Oleh: bachtiar dp pardede | Agustus 21, 2008

Silsilah Raja Bona Ni Onan (Pardede)

Keturunan Raja Bona Ni Onan Pardede dimulai dari :

Tuan Sorba Dibanua, anaknya 4 (empat) yakni :
1. Sibagot Nipohan

2. Sipaet Tua (Hutahaean, Aruan, Hutajulu, Sibarani, Sibuea, Pangaribuan, Hutapea)

3. Silahi Sabungan (Silalahi, Sihaloho, Situngkir, Sondi, Sinabutar, Sinabariba, Sinabang, Pintubatu, Tambun, Tambunan)

4. Siraja Oloan (Naibaho, Sihotang, Bakkara, Sinambela, Sihite, Manullang)

Anak Sibagot Nipohan, ada 4 (empat) yakni :

1. Tuan Sihubil (Tampubolon)
2. Tuan Dibangarna (Panjaitan, Silitonga, Siagian, Sianipar)
3. Tuan Somanimbil (Siahaan, Simanjuntak, Hutagaol)
4. Sonak Malela (Simangunsong, Marpaung, Napitupulu, Pardede (Raja Bona Ni Onan))

Anak ni Raja Bona Ni Onan (Pardede), ada 2 (dua), yakni :

1. Op. Tandang Buhit (keturunan TD. Pardede)

2. Raja Paindoan (garis keturunan Penulis blog ini)

Anak Raja Paindoan ada 2 (dua), yakni :

1. Raja Boliat (Lumban Dolok – keturunan teman Penulis siTugan Pardede)

2. Raja Toga Laut (Hauma Bange Balige – garis keturunan Penulis)

Anak Raja Toga Laut ada 1 (satu), yakni :

* Op. Mian NiHuta (Balige)

Anak Op. Mian NiHuta ada 1 (satu), yakni :

* Op. Toga Laut (tepi danau toba Balige)

Anak Op. Toga Laut ada 3 (tiga), yakni :

1. Op. Huttur Balluk (garis keturunan dari Penulis)

2. Op. Raja Mangadar (par Janji Maria)

3. Op. Pandalahat (Op. Datu Sormin)

Anak Op. Huttur Balluk, ada 3 (tiga), yakni :

1. Op. Dumiri (Balige – garis keturunan dari Penulis)

2. Op. Panaluksuk (Hauma Bange)

3. Op. Raja Dingin (Balige)

Anak Op. Dumiri, ada 4 (empat), yakni :

1. Op. Guru Sorimangalalo (Sionggang Lbn Julu – garis keturunan Penulis)

2. Op. Sotugaran (Balige)

3. Op. Bahal Batu (Balige)

4. Op. Mardingding (Balige)

Anak Op. Guru Sorimangalalo, ada 2 (dua) yakni :

1. Op. Gurgur (Sionggang Lbn Julu – garis keturunan Penulis)

2. Op. Jagar (par Pea Limut Lbn Julu)

Anak Op. Gurgur, ada 2 (dua) yakni :

1. Op. Manungkun (Hutaraja Lbn Julu – garis keturunan Penulis)

2. Op. si Pasti (siallagan)

Anak Op. Manungkun, ada 2 (dua) yakni :

1. Op. Jahia (Sionggang Lbn Julu – garis keturunan Penulis)

2. Op. Jeremias (par Tanjung Balai – sudah beragama Islam)

Anak Op. Jahia, ada 5 (lima) yakni :

1. Op. Tiomsi (par Pagurawan)

2. Op. Dumiri (Sionggang Lbn Julu – garis keturunan Penulis)

3. Op. Monika (par Tanah Jawa)

4. Op. Noderia (Sionggang Lbn Julu)

5. Op. Lija (Sionggang Lbn Julu)

Anak Op. Dumiri, ada 3 (tiga) yakni :

1. Op. Rachel (Medan – Orangtua Penulis)

2. A. Rudi Pardede (par Jambi)

3. A. Agus Pardede (Medan)

Anak Op. Rachel, ada 4 (empat) yakni :

1. A. Rachel Pardede (Bachtiar Dumiri Panahatan Pardede – Penulis sendiri)

2. Bonar Iswandi Pardede / Br. Simanjuntak

3. T. Reinhard Pardede / Br. Hutabarat

4. Andri Parlindungan Pardede

Catatan :

Selama ini banyak marga Pardede yang Penulis kenal kalau kenalan selalu mengatakan asalnya pardede darimana? dijawab Pardede Onan berarti Penulis adalah Pardede Pokkan / Pajak (istilah – Medan) / Pasar.

Yang sebenarnya adalah jika para appara atau yang satu marga dengan penulis cukup dengan menjawab :

Pardede Tandang Buhit (keturunan TD. Pardede)

Pardede Toga Laut (diambil dari garis Keturunan Penulis)

Karena apa ? Karena Raja Bona Ni Onan adalah Pardede secara keseluruhan.

Dahulu sudah memiliki Kerajaan sendiri, Mardebata Mulajadi Nabolon (“pencipta yang maha besar”), memiliki Surat Aksara Batak, dan sudah pernah memiliki Uang tukar yakni Ringgit Batak (“Ringgit Sitio Suara”), uning-uningan namarragam (“musik”), memiliki Budaya Adat, dan mempunyai Hukum.

Namun sekarang ini sudah menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia, bahkan orang Batak Toba sudah banyak yang tidak mengetahui bahasa daerahnya sendiri, melihat perkembangan teknologi sekarang ini, tor-tor Batak sudah banyak yang tidak mengetahuinya, bahkan dewasa ini Ulos Batak tidak dikenal jenis-jenis dan Fungsinya

2 Musa 19 ayat 10:
Dung i didok Jahowa ma tusi Musa laho maho tumopot bangso i jala urasi nasida sadarion dohot marsogot asa ditatap nasida Ulos na.

Jenis dan Fungsi Ulos Batak:

Ulos Antak Antak

I.Ulos Antak-Antak, dipakai selendang orang tua melayat orang meninggal, dan dipakai sebagai kain dililit/ hohop hohop waktu acara manortor.

II.Ulos Bintang Maratur, Ulos ini merupakan Ulos yang paling banyak kegunaannya didalam acara-acara yakni: Diberikan kepada anak yang memasuki rumah baru oleh orang tua, kalau diadat Toba Ulos ini diberikan waktu selamatan Hamil 7 Bulan oleh orang tua, tetapi lain halnya kalau di Tarutung Ulos ini yang diberikan waktu acara suka cita (“gembira”), Ulos ini juga diberikan kepada Pahompu yang baru lahir, parompa walaupun kebanyakan kasih mangiring apalagi yang maksudnya agar anak yang baru lahir diiringi anak selanjutnya, kemudian ulos ini dipakai untuk pahompu yang dibabtis dan juga dipakai untuk sebagai selendang.

III.Ulos Bolean, Ulos ini dipakai sebagai selendang pada acara-acara kedukaan.

IV.Ulos Mangiring, Ulos ini dipakai selendang, Tali-tali, juga Ulos ini diberikan kepada anak cucu yang baru lahir terutama anak pertama yang dimaksud sebagai Simbol keinginan agar sianak diiringi anak yang seterusnya, bahkan Ulos ini dapat dipakai sebagai Parompa.

V.Ulos Padang Ursa, dipakai sebagai Tali-tali dan Selendang.

VI..Ulos Pinan Lobu-Lobu, dipakai sebagai Selendang.

VII. Ulos Pinuncaan, Ulos ini sebenarnya terdiri dari lima bagian yang ditenun secara terpisah yang kemudian disatukan dengan rapi hingga menjadi bentuk satu Ulos yang kegunaannya antara lain:
Ulos ini dapat dipakai berbagai keperluan acara-acara duka cita atau suka cita, dalam acara adat ulos ini dipakai/ disandang oleh Raja-Raja Adat maupun oleh Rakyat Biasa selama memenuhi pedoman misalnya, pada pesta perkawinan atau upacara adat suhut sihabolonon/ Hasuhutonlah (“tuan rumah”) yang memakai ulos ini, kemudian pada waktu pesta besar dalam acara marpaniaran, ulos ini juga dipakai/ dililit sebagai kain/ hohop-hohop oleh keluarga hasuhuton, dan Ulos ini sebagai Ulos Passamot pada acara Perkawinan.

VIII,Ulos Ragi Hotang, Ulos ini biasa diberi kepada sepasang pengantin yang disebut sebagai Ulos Hela.

IX.Ragi Huting, Ulos ini sekarang sudah Jarang dipakai, konon jaman orang tua dulu sebelum merdeka, anak-anak perempuan pakai Ulos Ragi Huting ini sebagai pakaian sehari-hari dililit didada (Hoba-hoba), dan kemudian dipakai orang tua sebagai selendang apabila bepergian.

X.Ulos Sibolang Rasta Pamontari, Ulos ini kalau jaman dulu dipakai untuk keperluan duka dan suka cita, tetapi pada jaman sekarang ini sibolang bisa dikatakan symbol duka cita, dipakai juga sebagai Ulos Saput (yang meninggal orang dewasa yang belum punya cucu), dan dipakai sebagai Ulos Tujung (Janda/Duda yang belum punya cucu), dan kemudian pada peristiwa duka cita Ulos ini paling banyak dipergunakan oleh keluarga dekat.

XI.Ulos Sibunga Umbasang dan Ulos Simpar, dipakai sebagai Selendang.

XII.Ulos Sitolu Tuho, Ulos ini dipakai sebagai ikat kepala atau selendang wanita,

XIII.Ulos Suri-suri Ganjang, dipakai sebagai Hande-hande pada waktu margondang, dan dipergunakan sebagai oleh pihak Hula-hula untuk manggabe i borunya karena itu disebut juga Ulos gabe-gabe.

XIV.Ulos Ragi Harangan, pemakaiannya sama dengan Ragi Pakko.

XV. Ulos Simarinjam sisi, dipakai sebagai kain, dan juga dilengkapi dengan Ulos Pinuncaan disandang dengan perlengkapan adat Batak sebagai Panjoloani yang memakai ini satu orang paling depan.

XVI. Ulos Ragi Pakko, dipakai sebagai selimut pada jaman dahulu dan pengantar wanita yang dari keluarga kaya bawa dua ragi untuk selimut yang dipergunakan sehari-hari, dan itu jugalah apabila nanti setelah tua meninggal akan disaput pakai Ragi ditambah Ulos lainnya yang disebit Ragi Pakko lantaran memang warnanya hitam seperti Pakko.

XVII.Ulos Tumtuman, dipakai sebagai tali-tali yang bermotif dan dipakai anak yang pertama dari hasuhutan.

XVIII Ulos Tutur-Tutur, dipakai sebagai tali-tali dan sebagai Hande-hande yang sering diberikan oleh orang tua sebagai Parompa kepada cucunya.

Maka dari jenis dan fungsi Ulos ini, disebut pengenalan jati diri orang batak sesuai Budaya dan Adatnya, dan orang Batak dikenal dari Ulos yang disandangnya, sian Tortornya bahkan dari Tungkot na.

Oleh: bachtiar dp pardede | Agustus 19, 2008

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.